1. Cinta tumbuh seiring dengan waktu sementara naksir terjadi dalam waktu yang instan
Cinta
tidak datang secara tiba-tiba ke dalam benakmu. Ia tumbuh dengan pelan,
berkembang secara konstan, hingga tanpa disadari ia mulai mulai tumbuh
dalam hatimu. Tanpa kamu paksakan, wajahnya jadi lebih sering melintas
dalam pikiranmu ketika kamu memejamkan mata. Kebutuhan kecilnya jadi
hal yang ingin terus berusaha kamu penuhi.
Pun jika kamu
menyebutnya sebagai cinta pada pandangan pertama. Jika itu benar-benar
cinta, maka seharusnya perasaan tersebut terus tumbuh bukan datang lalu
sirna seiring dengan waktu.
Cinta membutuhkan waktu untuk tumbuh
sementara cinta gila akibat naksir terjadi sesegera mungkin saat kamu
melihat seseorang, lalu sirna begitu saja.
2. Cinta yang kuat mampu bertahan untuk waktu yang lama, naksir juga sama kuatnya namun tak akan bertahan lama
Selain
kemunculan dan pertumbuhannya yang membutuhkan waktu, cinta juga mampu
bertahan untuk waktu yang sangat lama. Untuk beberapa pasangan, cinta
mereka bahkan sanggup bertahan hingga akhir hayat menyapa. Dalam waktu
yang panjang tersebut, makna cinta jadi makin dalam dan memiliki
kekuatan bagi yang mempercayainya.
Sementara naksir juga memiliki
kekuatan bagi mereka yang terlibat, namun cinta yang timbul karena
naksir sedikit yang punya peluang untuk bertahan lama. Perasaan yang
sekedar naksir semata biasanya ditandai dengan makin lunturnya
ketertarikan setelah sekian lama jalan bersama. Ibarat balon, cinta
sejati adalah balon yang diisi gas helium. Sedang naksir adalah balon
gas biasa yang akan kempes dalam hitungan jam saja.
3. Dalam cinta tiada yang sempurna, sementara orang yang hanya naksir semata justru tergila-gila pada kesempurnaan
Seseorang
yang mencintaimu akan menerimamu sebagai sosok pribadi yang tidak
sempurna. Mencintai seseorang berarti membiarkan orang yang kamu cintai
untuk jadi dirinya sendiri, apa adanya tanpa berpura-pura. Di hadapan
orang yang mencintaimu kamu pun merasa nyaman untuk menjadi dirimu
sendiri tanpa ada tekanan untuk jadi sosok yang tanpa cela.
Sedangkan
perasaan naksir dan tergila-gila justru membuat sepasang manusia haus
pada kesempurnaan. Jauh sebelum kamu menemukan orangnya, kamu terlebih
dahulu menentukan ‘cinta’ seperti apa yang ideal bagimu. Di depannya
kamu hanya menunjukkan sisi baik dirimu saja. Kamu berusaha menjadi
orang yang sempurna, sembari terus berharap dia juga bisa jadi pasangan
yang sesuai dengan gambaran ideal yang sudah terbayang di pikiran.
4. Cinta lebih dari sekedar ketertarikan fisik, tidak seperti nafsu yang fokus pada hubungan fisik
Bagi
orang yang saling mencintai, perasaan mereka bukan hanya sekedar soal
berpegangan tangan, berpelukan dan sebagainya. Perasaan mereka lebih
punya makna, ada tidaknya sentuhan fisik bukan jadi persoalan.
Sementara
bagi yang hanya tergila-gila akibat nafsu, kontak fisik adalah
segalanya. Seakan cinta itu baru sah jika kulit sudah saling
bersentuhan.
5. Cinta bisa menguatkanmu tatkala tergila-gila hanya membuatmu lelah
Jika
itu cinta seharusnya perasaan tersebut memberi kamu energi, menguatkan
semangatmu untuk menjalani hidup. Membantumu berdiri ketika kamu
terjatuh, mengingatkan kamu untuk tetap menundukkan kepala apabila sudah
terlalu sombong.
Bukan cinta namanya jika perasaan yang kuat itu
justru membuatmu lelah secara fisik dan mental. Bukan cinta namanya
jika energimu habis hanya demi mengurusi segala tetek bengeknya. Memang
benar cinta membutuhkan usaha, namun bila usaha tersebut hanya datang
dari satu pihak dan justru menghancurkan, itu bukan cinta namanya.
6. Tergila-gila bikin kamu cemburu dan terobsesi sedangkan cinta bikin kamu bahagia
Tergila-gila
pada seseorang membuat kamu menjadi manusia yang terobsesi menguasai
manusia lain. Tanpa pandang situasi kamu merasa memiliki orang lain.
Kamu jadi mudah cemburu tanpa alasan yang tepat ketika melihatnya
bersama orang lain. Tergila-gila semacam ini membuat kamu lupa bahwa
masih banyak jenis hubungan selain hubungan romantis yang juga tidak
kalah penting. Bisa jadi hubungan keluarga, kerja maupun persahabatan.
Sementara
jika yang kamu alami itu adalah cinta, kamu justru tidak akan menjadi
terobsesi. Kamu tidak akan mudah terbakar api cemburu. Saat dihadapkan
pada masalah, cinta bisa membuatmu bersikap tenang dan tetap dewasa.
Pada akhirnya cinta akan membuat kamu menjadi pribadi yang lebih baik,
dewasa, dan bahagia.
7. Cinta mempertimbangkan perasaan orang lain, tidak egois dan memaksakan kehendak
Cinta
mengajarkanmu untuk menghargai perasaan, waktu dan usaha orang yang
kamu cintai. Sebelum memutuskan sesuatu, kepetingan orang yang
benar-benar kamu cintai akan selalu masuk dalam bahan pertimbangan.
Apakah keputusan itu akan menguntungkan kalian berdua atau hanya
menguntungkan kamu saja.
Sementara perasaan naksir adalah salah
satu bentuk keegoisan. Kamu menyukai seseorang tanpa peduli pendapatnya
tentang kamu. Tanpa memperdulikan perasaan orang lain, kamu memaksakan
kehendak atas nama ‘cinta’, padahal kamu sendiri tahu itu cuma hasrat
pribadimu belaka.
8. Cinta menerima kekurangan sedang perasaan naksir membuatmu sibuk menyembunyikan kekurangan
Meskipun
terdengar klise, cinta menerima segala kekurangan sebelum melihat ada
kelebihan di dalam diri pasangan. Jika perasaan itu cinta kamu gak perlu
lagi sibuk menutupi kekurangan, karena dia tahu kamu juga akan menerima
kekurangannya.
Sementara jika itu cuma naksir belaka maka kamu
akan selalu merasa gak percaya diri dengan keterbatasan yang kamu
miliki. Kamu akan sibuk berusaha jadi sosok sempurna dengan terus
berusaha menyembunyikan kekuranganmu.
Mungkin kamu yang berusaha
terlihat sempurna itu akan terlihat menawan, namun jauh di lubuk hati
kamu sadar bahwa yang kamu tampilkan bukanlah kamu yang sebenarnya.
9.
Kamu tahu itu cinta ketika kamu mencintai orangnya. Kamu tahu kalau
perasaanmu naksir belaka saat kamu hanya mengejar sensasinya saja
Kamu
tahu bahwa itu cinta karena kamu jatuh cinta pada orangnya, pada
manusianya. Bukan jatuh cinta pada hasrat untuk memilikinya, bukan juga
jatuh cinta pada perasaan berbunga-bunga yang sedang kamu rasakan.
Bila
yang kamu cintai adalah perasaan seperti itu berarti kamu telah
menepikan fakta bahwa ada manusia-bernafas-dan-memiliki jiwa yang gak
kamu pedulikan sama sekali.
Sebelum kamu buru-buru memvonis
bahwa yang kamu rasakan adalah cinta sejati yang dalam. Pastikan dulu
kamu gak menukar makna cinta dengan naksir, nafsu atau bahkan sekedar
tergila-gila.
No comments:
Post a Comment