Ada debar merentes sukma dan jiwaku
Melaju laju menuntutku terkapar dalam diam
Hanyut memaknai langkah yang kian goyah
lelah hinggapi sekujur angan dan batinku
Membunuh satu demi satu hati yang membisu
Bergelut harap yang kian budar aroma harumnya
Aku mencintaimu sungguh membencimuAku merindukanmu sungguh tak inginkanmu
Aku membutuhkanmu sungguh tak ingin menatapmu
Sepotong lelah menyergap anganku
Bebilur dalam,dalam aliran darahku
Mengumpat benci atas cinta yang luluri hatiku
Ach persetan dengan kisah cinta
Hanya derita tiada bahagia hingga nyata
Tinggalah puing2 nestapa tak berdaya
Melaju laju menuntutku terkapar dalam diam
Hanyut memaknai langkah yang kian goyah
lelah hinggapi sekujur angan dan batinku
Membunuh satu demi satu hati yang membisu
Bergelut harap yang kian budar aroma harumnya
Aku mencintaimu sungguh membencimuAku merindukanmu sungguh tak inginkanmu
Aku membutuhkanmu sungguh tak ingin menatapmu
Sepotong lelah menyergap anganku
Bebilur dalam,dalam aliran darahku
Mengumpat benci atas cinta yang luluri hatiku
Ach persetan dengan kisah cinta
Hanya derita tiada bahagia hingga nyata
Tinggalah puing2 nestapa tak berdaya
No comments:
Post a Comment